Pajak Jadian?? Apaan tuh?
Tadi udah CUMUMUT singgung sedikit di atas soal pajak jadian ini. "Trus maksud lue pajak jadian itu apa donk? gue masih belom ngerti nich mut," OK jadi gini arti umum pajak jadian yang beredar sekarang ini lebih mengarah pada traktiran, Jadi setiap pasangan cowok cewek yang resmi mengumumkan jadiaannya (baca: Pacaran) kudu a.k.a wajib mentraktir teman-temannya. Ga semua temen sich yang ditraktir, biasanya temen dekat atau temen yang mengetahui mereka telah jadian termasuk yang ga kenal tapi nekat nodong traktiran. Mau traktir makan di kafe unyu-unyu kek ato cuman sekedar gorengan itu sich ga ada aturannya, pokoknya maknanya dapet kalo mereka udah sah resmi pacaran gitu loch.
Tapi seiring berjalannya waktu beberapa pihak lebih sreg memakai kata "syukuran" ketimbang "traktiran" dalam mengartikan pajak jadian ini. Alasannya kalo traktiran itu lebih bersifat memaksa sedangkan syukuran lebih bersifat sukarela. Well apapapun itu yang penting khan tetep, makan-makan..ga nolak deh. Sekarang udah tau toh artinya? Jadi kalo besok-besok kamu jadian jangan lupa PJ-nya yah buat CUMUMUT.
Sejarahnya
Macam masa penjajahan saja ada sejarah segala. Ya pasti donk sob, kita kan hidup di 3 masa yaitu dulu, sekarang dan selamanya. Loh? Kalo cerita masa dulu, pajak jadian ini juga punya sejarahnya. Jadi dahulu kala hidup lah tuan putri yang cantik jelita di sebuah istana. Ditengah kemegahan istana itu, ia merasa amat kesepian. Hingga suatu ketika ia melihat seorang pangeran tengah bermain basket tak jauh dari istananya. Karena pemalu, tuan putri ini kemudian meminta tolong sahabatnya untuk mengenalkannya dengan sang pangeran. Singkat cerita berkat bantuan sahabatnya akhirnya tuan putri dapat hidup bahagia selamanya dengan sang pangeran. Sebagai ucapan terima kasih tuan putri mengadakan perjamuan makan buat sahabat yang telah membantunya. Melihat peluang yang bagus, sahabat tuan putri mulai beralih profesi sebagai mak comblang. Upah yang diterima berupa perjamuan makan. Demikianlah alkisah pajak jadian itu dimulai. Biar kata seperti cerita dongeng toh banyak yang percaya mitos seputar pajak jadian ini. Sebut aja mitos tentang hubungan yang tidak langgeng jika mengabaikan pajak jadian. Konon sumpah serapah yang keluar seperti "kalo ga makan-makan gue sumpahin hubungan lue ga langgeng" dipercaya sebagai doa. Tapi sampai sekarang mitos tersebut belum terbukti kebenarannya.
Seiring perkembangan jaman, pola pikir manusia pun ikut berkembang. Melihat cerita diatas, dulu pajak jadian ini emang hukum nya wajib. Wajar aja, mak comblang kan udah susah payah menjadi pejuang cinta sampe kudu tekor pulsa ama bensin. Masak ga dihargai? Tapi kalo sekarang setelah banyak yang tau nikmatnya pajak jadian, terjadi pergeseran filosofi. Apa lagi yang menyangkut gratisan. Udah deh ga ada istilah batesan, pokoknya hajar bleh. Pajak jadian jadi bukan milik mak comblang aja, tapi siapun yang denger, sah-sah saja minta jatah pajak jadian walopun kebanyakan dengan nada becanda. Semua itu balik lagi ke kamu, dalam hidup khan kita harus bisa ngambil keputusan. Mau percaya cerita ini atau tidak. Pilih status sosial atau isi kantong. Kamu yang menentukan. Well menurutmu seberapa pentingkah pajak jadian itu?
© CuMuMuT
0 komentar:
Posting Komentar